Walk Off The Earth | band promo / press photo

Kreatif banget!– was the first thing that pops into my mind waktu pertama ngeliat ni band. Cover version yang mereka buat asik n menyenangkan n kreatif n menyenangkan– (majas pengulangan sodara sodarrah). Dan permainan akustiknya itu lho, weeh asiik bangg, pake benda-benda yang bukan alat musik. Nyenengin banget, baik lagunya or music videonya. Kalo diriku suka mainly karena music videosnya sih.

Seperti biasa, sumber penglihatanku iiis: *drumroll* iiiyyutubh~ (ugya, viva la internetto~). The band went viral there, dan yang bikin keren adalah mereka berhasil bikin fanbase yang kuat dari social media seperti FB, twitter, youtube (puluhan juta viewers bangg.. termasuk diriku di situ), dll etc dsb, tanpa bantuan record label atau professional PR management. Sepenuhnya usaha ndiri. Keren yah.

And here’s their viral music video that rocks the whole youtube universe!! (hayah alay..): lima orang, satu gitar; cover version untuk lagu Gotye ft Kimbra – Somebody I Used To Know.  Videonya live performance. Keren tenan wes.. Top markotuwop.

9o juta viewers lebih bang! N counting. Tapi memang keren sih hiks thanks for the great artistry guys >_<

This is the original video. Sama asiknya, like ’em both

LITTLE BOXES – Yang ini cover version lagu kepunyaan Malvina Reynolds. Music videonya juga keren nih: seluruh setting & most of the music instruments pake peralatan dari kardus (bekas?). Dalam ngebikin pidio kelip kelip ini, Walk of the Earth kerja sama ma O2. Seperti biasa, this was shot live. My favorite thing to do: ikut nyanyi yang suara dua-nya, specially pas mbaknya lom nyanyi.

Liriknya tentang fenomena sosial kayakna ya. Yang kutangkap sih tentang bagaimana kadang manusia terjebak dalam keseragaman yang dianggap ‘ideal’ dan ga bisa menerima/menjadi sesuatu yang beda. Kaum liyan jadi ga punya tempat dalam masyarakat, gitu.

And the people in the houses all went to the university, where they were put in boxes n they came out all the same. N there’s doctors n lawyers n business executives and they’re all made of ticky-tacky and they all look just the same.

FROM ME TO YOU – Beatles! Lagu yang sangat amat menyenangkan. Happy song, happy video. Yang asik di sini si embaknya metik senar, sementara si mas gondrongs megangin kordnya, mbil metik senar dari kord gitar yang dipegangin sama masnya vokalis yang atu lagi. Dan yang menyenangkan, keliatan banget kalo mereka juga have fun waktu shooting videonya. Ikut seneng dah ngeliatnyah.🙂

I’ve got arms that long to hold you, keep you by my side. I’ve got lips that long to kiss you, keep you satisfied. If there’s anything that you want, if there’s anything I can do, just call on me and I’ll send it along. With love: from me to you.

Okaay, quickies that I know so far about ’em: mereka grup band indie dari Kanada. Truuss, ga cuma cover version (mainin lagu-lagu terkenal tapi dibikin versi mereka ndiri), mereka juga punya lagu original. Sekarang sih kayakna uda sign contract deal ma Columbia Records. Lom tau kapan albumnya kluar.

Group members!

Walk Off The Earth | band promo / press photo

Mbaknya namanya Sarah Blackwood, megang gitar akustik n listrik, kazoo (alat musik yang ditiup, suaranya kayak suara lebah bzzzz gitu), ukulele, banjo, bas, vokalis, piano, glockenspiel, tamborin.

Vokalis yang rambutnya pendek is Ryan Marshall, biasa pegang gitar, ukulele, terompet. Love his voice.

Vokalis nyang gondrongs namanya Giani Luminati, pegang gitar, kazoo, ukulele, banjo, bas, theremin, beatbox juga, drum, xylophone.

Mas drummer yang imyuts itu *nyam* namanya Joel Cassidy. He’s. Darn. Cute. Waah. Uh taksimpen tenan ki mas e.

Dan yang tiap keluar pasti pasang muka tanpa ekspresi (gehe nyenengin ngeliatnya): the mas brewoks Mike Taylooor! Aka ‘Beard Guy’ or ‘Beard Man’. Dia pegang keyboard ma vokal.

Walk Off The Earth | band promo / press photo

Yak, lagu mereka yang diriku suka baru itu. Mungkin besok kalo browsing bisa ketemu lainnya, who knows. … Gitu deh (mau nulis apa lagi coba).

Yang menyenangkan buatku adalah ngeliat passion mereka terhadap musik masih bisa blazing full throttle, so to speak. All out, yang dipublikasikan ya yang mereka suka, ga nurut keinginan pihak lain.

Moga aj kalo uda sign ma major label mereka bisa terus true to their music n ga terjebak dalam all the drama that usually happen between new artist n major label. Misalnya, dipaksa kompromikan idealisme mereka ke selera penggede-penggede di major labelnyah, cos ga semua label akomodatif terhadap kreatifitas seniman yang mereka tangani. Sayang banget tuh kalo sampe berubah, cos yang bikin mereka bagus kan keunikan mereka kan ya.

Wish you best of luck guys!

source wikipedia.org photo credit shawn van daele

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s